Project Beatbox asal Jogjakarta membuat rilisan fisik pertama se- Asia Tenggara

Pict : Arsip BDB

“Beatbox tidak selalu seperti apa yang dilihat secara umumnya, beatbox bisa masuk menjadi bagian dari genre musik apapun”

Tahun 2012 adalah awal dari terbentuknya BDB (Baru Di Buat) project beatbox asal Jogjakarta. Nama BDB pertama kali terucap dari Jandon, lalu di sampaikan kepada Mario dan sepakat untuk menggunakan nama tersebut, karena adanya sebuah tawaran yang bisa dibilang mendadak dari rekannya yang mengadakan pameran dan mengundang Jandon serta Mario untuk tampil dalam acara tersebut. BDB awalnya tidak hanya Jandon dan Mario, ada 2 anggota lain yang sekarang memilih untuk tidak ada dalam bagian BDB karena jarak.

Pict : Arsip BDB

Kenapa harus rilisan fisik? Sekarangkan platform digital lebih mudah di akses? Dan seberapa penting sih rilisan fisik itu?

Memang platform digital banyak dan sudah banyak juga yang merilis secara digital, dan ada temen bilang “kenapa gak coba rilisan fisik?” Akhirnya sebelum kita bikin rilisan kita meriset untuk wilayah Asia dan Asia Tenggara, ternyata belum ada beatbox yang membuat rilisan fisik, bisa jadi yang pertama nih kita. Untuk seberapa penting rilisan itu tergantung ke masing – masing, kalo dari kita biar ada bukti untuk koleksi juga. Terus juga target utama kita bukan buat umum, lebih segmented ke lingkungan terdekat dulu kaya temen – temen komunitas.

Bicara tentang rilisan, beatbox ini kan runutannya awalnya dari musik, musik hip hop, terus baru beatbox, berarti ini pasarnya secmented. Pernah terpikir kalo buat rilisan ada ga pasarnya yang mau mendengarkan rilisan ini?

BDB awalnya memang tidak untuk pasar, ya buat aja dulu. Memang ini bisa dibilang segmented, tapi segmented ini juga ada pasarnya.

Pict : Arsip BDB

Ada ga sih pesan yang ingin di sampaikan lewat rilisan ini? Atau hanya untuk bukti bahwa saya punya karya atau ini salah satu cara biar beatbox di Indonesia bisa lebih berkembang?

Pesannya, mungkin ini bisa jadi sesuatu untuk bersinggungan langsung dengan komunitas lain, ya beatbox tidak selalu seperti apa yang dilihat secara umum, beatbox bisa masuk menjadi bagian dari genre musik apapun. Dan kalo dibilang setelah BDB membuat ini jadi ada yang ke trigger dari beberapa beatboxer lainnya, ya positif lah responenya. Mungkin ini bisa diterapkan untuk semua pelaku yang ingin membuat hal yang sama dengan BDB.

Apa yang membuat rilisan kalian terlihat menarik? Kalo bisa di bilang beatbox kan hanya sebuah nada dan instrumen?

Hal yang menarik, mungkin bisa dibilang karna ini yang pertama di Asia Tenggara haha.. setelah kami meriset tentunya. Mungkin itu sih.

Apa sih yang membedakan kalau BDB berbeda dari yang lain? Kalau di lihat secara pandangan umum ya BDB sama aja sama yang lain, tetap beatbox yang umum.

Ciri khas mungkin karna dari BDB lebih ke arah experimental. Untuk pembedanya belum tau juga sih.

Rencana selanjutnya apakah akan ada tour? Terus cara apa sih yang di lakukan BDB untuk mempromosikan materi kalian jika tidak melakukan tour?

Belum kepikiran sih, mungkin masih sesuai tujuan awal kita. Paling yang saat ini masih bisa di jangkau lewat sosial media, dan temen – temen komunitas.

Terakhir nih untuk BDB, apakah selanjutnya BDB akan selalu merilis secara fisik ? Dan mungkin untuk temen – temen yang ingin membuat rilisan fisik, kasih beberapa langkah dong gimana caranya membuat rilisan fisik.

Gak selalu rilisan fisik sih, digital juga ada keinginan, biar bisa kejangkau secara umum sih. Karna kami juga sedang dalam proses pembuatan video klip, dan bisa di amplifikasikan di youtube mungkin.
Yang pertama jelas budget ya haha.. materi sih, terus untuk artwork sekiranya memang mau produksi sendiri itu sih paling
.

Tinggalkan komentar